Home        Berita        Seputar Ogan Ilir

Komisi I DPRD OI Minta Bulog Distribusi Migor Ke Pasar Tradisional

http://suluhperjuangan.or.id 28 June 2022 @12:46
Komisi I DPRD OI Minta Bulog Distribusi Migor Ke Pasar Tradisional

INDRALAYA - Komisi I DPRD Ogan Ilir (OI) meminta kepada Bulog agar pendistribusian Minyak Goreng (Migor) lebih menyasar ke Pasar-pasar tradisional.

Hal tersebut disampaikan oleh Rahmadi djakfarS. Sos MTP selaku anggota komisi I saat kegiatan Rakercab  II Dan silatuhrahmi pengurus Partai Bulan Bintang, se-Kabupatenn OI baru-baru ini di indralaya. 

Rahmadi mengatakan,    sangat mendukung terkait kebijakan Presiden RI Ir. Joko Widodo dengan mencabut Subsidi Minyak Goreng (Migor) kemasan sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap kebutuhan Migor masyarakat.

Langkah yang telah diambil oleh pemerintah, lanjut Rahmadi,   dengan memutuskan hanya menyubsidi Migor curah tersebut sudah tepat, Namun sayangnya sedikit terlambat.

“Seharusnya langkah ini diambil sejak awal, sehingga masyarakat tidak mengalami kesulitan seperti saat ini untuk mendapatkan Migor karena terjadi kelangkaan Migor dipasaran,” tandasnya.

Kamii meminta agar nantinya, masih kata Rahmadi, subsidi tersebut dijaga dan jangan sampai Migor bersubsidi ditimbun lagi oleh sepekulan, mereka mendapatkan subsidi, tapi dijual kembali dalam bentuk “Non Subsidi” atau tidak bersubsidi."

Terus yang terpenting, sambung Rahmadi,   Untuk titik distribusiannya harus merambah pada pasar – pasar tradisional. Karena kalau di Supermarket itu sama saja akhirnya. Jangan dibalik, nanti di pasar tradisional sulit didapat, tapi di supermarket banyak. Ini akan memaksa orang ke pasar pasar swalayan.

“Oleh karena itu,  kami Meminta kepada pihak Bulog agar melancarkan distribusi Migor menyasar kepasar – pasar tradisional, itu lebih tepat,” paparnya. 

Selain itu,  sambung rahmadi lagi, pihaknya juga meminta agar pemerintah dalam hal ini Kemendag, Kemenperin, dan Satgas Pangan terjun ke lapangan untuk mengawal kebijakan yang telah diambil tersebut.

Rahmadi Djakfar menyebut, soal Subsidi pihaknya menyambut baik dalam rangka menstabilkan pendistribusian Migor, tapi catatannya adalah untuk Subsidi jagan sampai disalah gunakan oleh para Sepekulan lagi.

"Karena banyak Subsidi – subsidi bentuk dari pemerintah itu disalah gunakan misalkan pupuk dan solar bersubsidi praktiknya ternyata ada penumpukan, ada spekulan yang bermain," Tutupnya. (Ru)

Komentar Anda

Jasa Web palembang
Top